Sunday, October 29, 2006

USS Tang (SS-306)


Tonight is October 29th 2006 ... 5 days 62 years ago a USN Submarine was sank by its own torpedo ... the last one fired to take out a Japanese merchant vessel somewhere around the Formosa Island (now Taiwan) she discovered on her patrol. The USS Tang (SS-306) a Balao Class Diesel-Electric Submarine.

She was born in Mare Island Naval Shipyard, her keel laid down 15th January 1943 and was launched on 17th August thereafter --hey ... precisely 2 years after that we had our independence day :D-- later commisioned on 30th November 1943 by USN. Her command was given to Lt.Cmdr. Richard O'Kane, a former XO of USS Wahoo (SS-238). First patrol order was around Caroline-Mariana Islands in the Pacific and served mostly in Far East.

She had a tremendous achievement during her career before her torpedo worked against her. A total of 227,800 tons and damaging 4,100 tons logged by her, an unexcelled record among USN Subs at that time.

On 10th and 11th October 1944 she sank Joshu Go and Ota Maru and continue patrol until 23rd October night when discovered a large convoy consisting 3 tankers, a freighter, a transport and numerous escorts. Planning a surface attack, she fired her torpedoes and scored hits but a transport would not allow her to waltz on sinking the others by attempting to ram her. O'Kane quickly evade the frantic transport and another tanker which had the same idea as the transport. Seeing escorts flanked onto her, she quickly disengage and rushed to open water.

The day after .. 24th October she patrolled on periscope depth and surfaced at night, on the way to Turnabout Island her RADAR showed a large scale of blips indicating another large convoy. This time she spotted tankers with aircrafts on its deck and transports with crated aircraft on its bow and stern. The escorts were then suspicious and immediately ordered their companions to flare up the sky. Tang choose a 3 decks transport, a small transport and a tanker as her targets and then fired her fishes which eventually found their targets. A destroyer which pursuing her was also destroyed either by her torpedo(es) or by nearby destroyer's shell fire.

One crippled transport was leftover and immobile ...

O'Kane decided to take her out with her last 2 torpedoes --he didn't know that one of this torpedo caused catastrophe disaster to her--. After few and careful adjustments he ordered his torpedomen fire that last fishes. One fish was running hot but another fish somewhat changed it course converge-circling Tang. O'Kane realized this emergency situation and quickly brought her to emergency speed avoiding the circling torpedo. Unfortunately, O'Kane intention was unable to save her and her crew; the circling fish finally hit her stern. The explosion was violent and crew were forced to assemble at her bow. Survivors were rescued from a Japanese destroyer escort and later inflicted tortures. They spent their live in POW camp until the end of war. O'Kane was awarded the Congressional Medal of Honour.

All 24 of her torpedoes were fired ... 22 hit its mark, one miss, and ... the last one took her life away.

Balao Class Submarine has the technical specification as below:

Displacement1526 / 2414 BRT
Length312 feet
Complement6 + 60 men
Armamentten 21" torpedo tubes, six forward, four aft, 24 torpedoes. one 4"/50 deck gun. one 40mm gun. two .50 cal. machine guns.
Max speed20.25 / 8.75 kts knots (surfaced/submerged)
EnginesDiesel / Electric 2 shafts
Power5400 / 2740 (surfaced/submerged)
Notes on classThis class saw extensive service in the Pacific in the war, along with their siblings the Gato-class boats they served as the backbone of the US Submarine Service


Here are the names of USS Tang's crew:

USS TANG (SS 306) Sailors Lost 10-24-1944


Accardy, J. G. SM3
Adams, R. F. STM2
Allen, D. D. MOMM2
Anderson, P. E. TM3
Andriolo, C. RM2
Anthony, H. F1
Ballinger, W. F. CTM
Bauer, E. C. Y3
Beaumont, E. H. LT
Bergman, E. F. RM1
Bisogno, F. N. TM3
Boucher, W. J. TM3
Bresette, B. V. QM3
Bush, J. EM2
Chiavetta, B. S1
Clark, W. J. QM3
Coffin, R. J. EM3
Culp, J. H. CEM
Darienzo, A. J. EM2
DeLapp, M. V. CMOMMA
Dorsey, W. E. MOMM1
Enos, F. M., Jr. LTJG
Eriksen, L. H. F1
Fellicetty, D. C. Y3
Finckbone, B. H. EM2
Fluker, J. W. TM1
Foster, J. M. TM1
Galloway, W. C. TM2
Gentle, T. E. F1
Gorab, G. J., Jr. EM3
Gregg, O. D. COX
Hainline, H. W. QM3
Harms, F. G. MOMM2
Haws, G. O. F1
Henry, J. F. F1
Heubeck, J. H. LTJG
Hudson, A. L. CMOMMA
Ijames, H. W., Jr. RCM3
Imwold, S. S. MOMM2
Jenkins, D. M. Y3
Jones, S. W. CQM
Kaiser, L. C. MOMM3
Kanagy, J. T. EM1
Kassube, J. T. COX
Key, J. A. SC3
Knapp, R. B. FC3
Kroth, R. J. LTJG
Lane, L. R. EM1
Larson, P. I. CPHMA
Lee, R. P. RM3
Llewellyn, L. H. RM2
London, C. W. F1
Loveless, C. MOMM1
Lytton, E. MOMM1
McMorrow, R. V. MOMM1
McNabb, J. J. F1
Parker, J. J. CCSA
Pearce, B. C., Jr. ENS
Raiford, R. M. CK3
Reabuck, F. J. F1
Rector, D. D. GM3
Reinhardt, E. F1
Roberts, J. L. SC3
Robertson, G. L. MOMM2
Smith, S. G., Jr. QM3
Springer, F. H. LT
Stepien, E. F. S1
Sunday, F. L. EM3
Vaughn, P. B., Jr. COX
Wadsworth, C. W. TM3
Walker, H. M. ST3
Weekley, L. S. CTMA
Welch, R. E. QM2
White, J. M. GM1
Williams, W. H. Y2
Wines, P. T. LTJG
Wukovich, G. MOMM1
Zofcin, G. MOMM1

Survivors


Caverly, F. M. RT1
DaSilva, J. B. MOMM2
Decker, C. O. MOMM3
Flanagan, H. J. LTJG
Liebold, W. R. CBMA
Narrowanski, P. TM3
O'Kane, R. H. CDR
Savadkin, L. LT
Trukke, H. O. TM2

Sunday, October 22, 2006

Ide ide aneh ...

Bismillah,

Saya punya ide ... mungkin ide ini di mata orang lain aneh, sinting, sarap, sedeng atau apalah namanya itu. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua yang orang anggap aneh itu benar2 aneh.

Buktinya ...

Dulu orang mana pernah kepikiran untuk menjelajahi angkasa luar, yang bisa dilakukan pada jaman dahulu hanyalah mempelajari seluk beluk angkasa luar; bumi itu bulat bukan balok, kerucut, limas, dll. Matahari merupakan pusat tata surya --Dalam Al Qur'an dijelaskan juga masalah hal ini namun afwan .. saya lupa surah dan ayat ke berapa-- Kalau ada orang jaman dulu yang mempunyai visi bahwa suatu saat orang akan pergi ke luar angkasa maka dianggap gila, dan bernasib tragis. Dengan teknologi astronautika sekarang ini hal tersebut tidak mustahil lagi walau memang memakan biaya yang bagi kita mungkin 1 tahun APBN.

Ada lagi permasalahan teori mekanika kuantum yang secara ringkas bagaimana state elektron dalam sumur potensial yang dirumuskan dalam bentuk mekanika gelombang oleh Erwin Schrodinger. Heran, kok bisaaa gitu orang berpikir sampai skala terkecil sekalipun. Melihat dengan mata pun tidak. Salah satu hasilnya seperti yang kita nikmati sekarang ini; prosesor pentium 1-4 bahkan sekarang ini dual core yang dapat menangani proses komputasi yang rumit.

Kedua kisah di atas hanyalah setetes air di lautan saya kira. Masih banyak lagi hal yang mungkin dianggap aneh namun sebenarnya tidak kalau ditelaah lebih lanjut. Tapi ... jelas karena kita manusia dengan segala ke-dhaif-annya ada beberapa hal yang mustahil bagi kita untuk dijelaskan apalagi direalisasikan.

Yang ada di pikiran saya adalah ... bagaimana caranya mentransformasikan domain pemikiran orang yang --maaf-- tidak waras ke dalam domain pemikiran orang biasa (ide aneh bukan?).

Dalam matematika kita mengenal transformasi Fourier yang mengubah domain waktu ke dalam domain frekuensi dan dalam signal processing lebih dikenal dengan spectral analysis. Ada lagi transformasi Laplace yang juga mengubah domain waktu menjadi domain bilangan kompleks (real dan imajiner) kontinu; biasanya digunakan untuk menganalisis perilaku sistem dan banyak digunakan oleh insinyur teknik kendali. Transformasi Z yang mirip dengan Laplace namun analisisnya pada domain diskrit; sangat digunakan untuk proses sampling, quantizing, coding/decoding, dll.

Nah sehubungan dengan apa yang saya utarakan tadi dalam pemikiran saya ... transformasi apa yang bisa mengubah domain abnormal ke domain normal ? Pemikiran saya adalah dengan adanya transformasi ini kita bisa menganalisis berbagai hal ... termasuk salah satunya adalah alternatif untuk enkripsi data atau dikenal dengan ciphering. Bagaimana data yang ditransmisikan direkayasa sedemikian rupa sehingga pendengar yang unauthorized tidak dapat mengenali apa isi pesannya tersebut.

Kalau saya perhatikan mekanisme pemikiran orang yang --sekali lagi .. maaf-- tidak waras mungkin identik dengan chaos theory. Bentuk persamaannya sudah tidak linier (nonlinear) lagi dan sulit untuk mengetahui bagaimana persamaan umumnya apalagi mencari solusi umum/khususnya. Tapi ada beberapa syarat dalam kondisi chaos ini yaitu:
  1. Perilaku sistem terkait harus sensitif terhadap kondisi awal,
  2. Topologically mixing,
  3. Periodic orbits must dense.
Insya 4JJ1 di lain kesempatan saya jelaskan lagi lebih jauh. Namun berhubung beberapa hal, saya tidak bisa menjelaskan apa yang ada di pikiran saya lebih jauh lagi untuk saat ini. Singkat cerita, ide ini baru hipotesis dan belum ada hasilnya tapi saya sedang menelitinya untuk pengembangan lebih lanjut.

--Dimas

Friday, October 20, 2006

Minal Aidin wal Faidzin 1427H

Bismillah ...

Taqaballau Mina wa Minkum
Minal Aidin wal Faidzin
1 Syawal 1427 H

--Dimas


Saturday, October 14, 2006

Minang v.03

Bismillah ...

Ondeeeh, alah lamo indak mangecek baso Minang ko saraso barado nan ranah sinan jo :). Jadi baiko, samulo ambo nio mambuek paper nan dikiriman ka TSSA & WSSA 2006 on time tangga 30 September patang. Tapi apo nio dikecek ... alun salasai tapi haruih diagiah ka sinan, indak ba'a se lah pikia ambo baitu.

Sa'alun tangga tu pak Yusep jo pak Budiman Dabarsyah, MSEE pai ka Amerika ikuik training BREW (Binary Runtime Environment for Wireless) saminggu jadi ambo indak dapek bakonsultasi ka inyo, jadi buek paper surang jo. Sabananyo rakan ambo S2 ado juo nan talambek jadi pikia ambo .. ah indak ba'a do; ado rakan nan samo jo ambo ko, kekekekekekekekeke. Eeee, Alhamdulillah masuak :)

Konferensi ko rancanonyo Desember ... detailnyo caliak se lah nan websitenyo, tapi masalanyo pambicaro sadonyo mangecek baso Inggris. Iko pasanyo, ambo baso Inggris biaso2 jo sadang pambicaro lain ancak2 mah ... ba'a ko ?

Tapi nasi lah babantuak bubua ... paper lah ambo kirim ka sinan, jadi tingga nunggu se bilo paper sadonyo katarimo. Ampek halaman .. hmmmm, okelah.

Aa .. saketek ambo nio carito,

Nan testbed NGN Punclut tu ado tapasang ampek VoIP phone, ado lai nan Punclut 2 tapi tigo lah kanai kilek jadi anguih tingga ciek lai karajo. Nah, ambo ko ambiak data nan Punclut 1 ... lapeh tu caliak ba'a bantuak karakteristik wireless link sinan taruih dibuek rekomendasi macam ba'a bilo yo 802.11b Wi-Fi 11 Mbps tu dapek ma'agiah VoIP ka urang sinan labiah dari ampek. Dari referensi ambo, sabananyo 802.11b tu indak ancak bilo dipakai VoIP kerano data rate-nyo ketek, jadi bilo ambo agiah G.711 u-law samo A-law inyo indak talok lai labiah dari sapuluah.

... Jadi ba'a ma'agiah VoIP labiah ka urang sinan ?

Ado banyak caro tapi yang feasible di sinan tu ado tigo:
1. Agiah 802.11a/g Wi-Fi kerano bandwidth-nyo gadang, indak itu 802.16a WiMAX.
2. Bilo nio 802.11b taruih, agiah power labiah tapi caliak2 lu ... salah ancua Wi-Fi.
3. Agiah jaminan QoS samo G.723.1/G.726/G.729 di sinan, tapi pasanyo router haruih di-set lai.

Apo nan ambo buek tu ba'a caranyo bia VoIP tu optimal di sinan, parameter apo nan mambuek optimal ... yo baitu lah.

Salasai buek optimal wireless link lanjuik ka mesh network nan ambo posting patang. Insya 4JJ1 lai dapek mambuek deso tatingga maju stek. Wesss ... ancak bana yo?

Ba'itu se lah kini ko ... lah nio sahua ko ha, isuak2 lanjuik-an lai. Doakan ambo yo sukses nan TSSA & WSSA 2006 Desember isuak :)

--Dimas